Advokatnews | Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berencana akan membangun banyak hidran pemadam kebakaran di sejumlah titik kawasan permukiman.

Hal itu guna memudahkan sekaligus mempercepat proses pemadaman api ketika personel Pemadam Kebakaran (Damkar) kesulitan mendapatkan sumber air saat bertugas.

Juga menanggapi serius terhadap puluhan insiden kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang Januari-Juni 2022.

“Itu rencana kita, jadi nanti hidran akan dibangun di titik-titik permukiman yang jauh dari sumber air,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi, Hasan Basri.

Ia mengatakan, rencana pembangunan hidran berdasarkan hasil kajian serta pengalaman personel damkar saat menangani peristiwa kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

“Sejumlah kendala yang dihadapi personel ketika bertugas, terkadang lalu lintas macet atau padat dan ketika personel membutuhkan air untuk pemadaman tapi sumber air jauh,” kata Hasan.

Menurut Hasan, petugas sudah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi untuk merealisasikan pembangunan titik sambungan persediaan air bawah tanah tersebut.

“Kami sudah ke PDAM Tirta Bhagasasi, mereka juga merespon baik, tinggal kajian teknis sekaligus menentukan titik-titik hidran dimana saja,” katanya.

Hasan mengaku, pembangunan hidran di permukiman padat penduduk bertujuan untuk meminimalisasi kerusakan parah akibat insiden kebakaran.

Pihaknya mencatat sejak Januari-Juni 2022 telah terjadi 67 peristiwa kebakaran, baik di lingkungan rumah tinggal, ruko, gudang, rumah sakit, klinik, pabrik, sekolah, pusat perbelanjaan, gardu listrik, pabrik, dan alang-alang.

“Ya memang permukiman padat penduduk paling banyak terjadi kebakaran selama enam bulan ini, paling banyak di Tambun Utara ada lima kejadian,” pungkasnya. (***)