Advokatnews | Kabupaten Bekasi – Santunan rutin yang dilakukan Raden Ajeng Tumenggung Kartika Oman, SH, S.S dalam rangka menyambut malam takbiran Iedul Adha 10 Zulhijjah 1442 Hijriyah, yang dilaksanakan bertempat di Aula Masjid AT-TAQWA, yang terletak di Jalan Masjid Attawqa, Kp. Pasir Konci, RT.016/RW.06 Desa Pasirsari Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Dalam kegiatan santunan anak-anak Yatim/piatu kali ini, melalui protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, apalagi dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Tampak dihadiri ustadz Lili dari Yayasan Ar Rosyid, Ketua RT.06, Desa Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan, Wawi serta pengurus mesjid At-Taqwa dan perwakilan rekan media dari Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia pada, Senin (19/7/2021) sore.

Kegiatan berjalan melebihi kuota, harapan bukan hanya 45 orang, melainkan tembus diangka 100 orang melebihi target dari anak yatim/ piatu yayasan Ar Rosyid Cikarang Selatan, pengamen jalanan Kawasan Cikarang, kaum dhu’afa Cikarang Selatan dan warga kurang mampu sekitar kawasan masjid At-Taqwa.

Disela-sela kegiatan santunan, Raden Ajeng Tumenggung Kartika Oman, S.S, SH sembari kumandangkan takbir menjelaskan kepada awak media bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan sudah seperti menjadi tradisi turun temurun keluarganya.

“Dalam moment malam takbiran, kita selalu saling berbagi rejeki berupa uang tunai serta makanan siap saji (nasi box), yaitu tetangga sekitar pasir Poncol dan lansia ikut hadir,” kata Tika, sapaan akrab pimpred cantik media online OpsiNews.id ini.

Meskipun kadangkala dirinya, masih kata Tika, hanya khusus mengundang adalah anak-anak yatim/piatu dari yayasan Ar-Rosyid Cikarang Selatan, Desa Pasir Sari.

“Untuk kuota kali ini hanya sekitar 30 orang anak Yatim/piatu, anak-anak pengamen jalanan di wilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi ada 10 orang sebagai perwakilan, sehingga total santunan yang diserahkan sebanyak 40 orang, di tambah dengan pengurus mesjid 5 orang jadi 45 belum lagi ditambah tamu undangan media sekitar 10 wartawan,” ungkapnya.

Meskipun yang di targetkan hanya 45 orang dan dirinya tidak menyangka, bahwa yang datang mencapai 100 orang dan ini sangat luar biasa. Alhamdulillah stock dari persiapan makanan dan amplop uang tunai dilebihkan, dan ternyata lebih baik kelebihan daripada kekurangan. Dan juga seharusnya target 45 orang lebih, justru Allah mudahkan amlopnya menjadi 100 karena, apalagi saya telah lebihkan juga karena memang takut melebihi target bagi yang datang atau hadir,” paparnya.

“Target memang harus dilebihkan dan yang seperti ini adanya, kadangkala memang tak terduga sudah terbiasa dari kecil diajarkan oleh kedua orang tua saya untuk saling berbagi. Selalu untuk sering melihat ke bawah untuk membantu masyarakat kurang mampu serta orang susah apalagi ditambah di era pandemi Covid-19 dengan PPKM Darurat tahun ini,” ungkap Tika lagi.

“Kita harus saling berbagi, apalagi karena hal ini sudah menjadi bagian dan kebutuhan hidup saya dan dari didikan kedua orang tua saya, sejak saya masih kecil,” tegasnya.

“Hidup ini apabila kita dapat melihat seseorang itu berbahagia dan tersenyum, kayaknya ada kenikmatan tersendiri yang ada di dalam suatu kebutuhan hati dimana adalah suatu konsumsi bathin. Selain salah satu hobi saya adalah telah di tanamkan dalam diri saya, khususnya oleh ibu saya mengajarkan untuk berbagi bersama melalui santunan anak yatim/piatu dan anak jalanan serta dalam rangka berbagi untuk kaum dhu’afa, fakir miskin yang lebih membutuhkan. Apalagi orang yang dilanda kesusahan kita bantu berapa pun nilainya untuk berbuat baik kepada sesama manusia dengan keikhlasan,” pungkasnya.

Kegiatan santunan tersebut berlangsung, dan telah memenuhi prokes Covid-19, yaitu saat memasuki area acara terlebih dahulu harus mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, diwajibkan memakai masker apabila ada yang tidak menggunakan masker Kartika Oman membagikannya secara cuma-cuma alias gratis, dan hand sanitizer (antiseptic), kegiatan semua berjalan sesuai rencana, lancar dan tertib sesuai harapan RAjT Kartika Oman Putriwijaya.(*/dok-ist./hms-fwj)