RIDUANSYAH SH, salah satu pemegang sertifikat wartawan utama dari Dewan Pers.

Advokatnews, Sampit | Kalteng – Salah satu media siaran televisi diPalangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) bernama Dayak TV mencatut nama salahsatu anggota PWI Kalteng dengan status anggota B dan berstatus Wartawan Utama di Dewan Pers Indonesia bernama Riduansyah. Pemakaian atau pencatutan nama tersebut diketahui oleh Riduan nama panggilan akrab Riduansyah ketika dia mengajukan persyaratan menjadi salahsatu pemimpim redaksi di media pertelevisian diwilayah KotawaringinTimur (Kotim) Kalteng.

Nama Riduansyah tidak bias lagi dipakai untuk menjadi pemimpin redaksi karena nama yang bersangkutan sudah menjadi pemimpin redaksi didua media yaitu Kotawaringin News dan Dayak TV diPalangka Raya, ujar anggota DewanPers di Jakarta ketika temannya bernama Yadi mengajukan berkas untuk pendirian sebuah media televise diwilayah Kotim.

Mendenga rkata-kata tersebut Yadi jadi terkejut dan segera menghubungi Riduansyah yang ada dikota Sampit. Mendapat info dari Yadi, Riduansyah segera mencari info dan ternyata benar kata anggotaDewanPers tersebut bahwa nama Riduansyah sudah dipakai atau dicatut sebagai pemimpin redaksi diDayak TV Palangka Raya, Kalteng.

Mengetahui namanya sudah dipakai tanpa seijin yang bersangkutan Riduansyah segera menghubungi Usman salah satu kru Dayak TV diPalangka Raya dan meminta agar namanya segera dicabut sebagai pemimpin redaksi Dayak TV Palangka Raya karena selama nama itu dipakai sebagai pemimpin redaksi diDayak TV yang komersil tersebut, satu rupiah punRiduansyah tidak pernah diberi uang insentif atas pemakaian namaRiduansyah yang lulus padaTahun 2012 sebagai Wartawan Utama dari Dewan Pers.

Sertifikat WartawanUtamadariDewanPersadalahsalahsatu   persyaratan untuk bias menjadi pemimpin redaksi disebuah penerbitan pers di Indonesia, Usman kru Dayak TV diPalangka Raya itupun menyetujui dan mengatakan kepada Riduansyah bahwa nama Riduansyah sudah diganti sebagai pemimpin redaksi Dayak TV Palangkaraya.  Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Agustus 2019 yang lalu.

PadabulanJanuari 2021 ketika Riduansyah mau mengajukan berkas lagi keDewan Pers meminta izin untuk salah satu media TV diwilayah Kotim, Kalteng, kembali Riduansyah terkejut, ternyata namanya masih dipakai oleh Dayak TV Palangka Raya sebagai pemimpin redaksi.

Mengetahui hal tersebut Riduansyah segera menghubungi Usman kru Dayak TV di Palangka Raya dan langsung menyuruh mencabut nama Riduansyah sebagai pemimpin redaksi Dayak TV Palangka Raya, karena nama itu akan dipakai sendiri oleh Riduansyah.

Kalau dalam jangka satu minggu ini nama Riduansyah sebagai pemimpin redaksi Dayak TV Palangka Raya tidak dicabut atau tidak diganti maka kasus pencatutan nama ini akan segera dilaporkan kepolisi atau pihak berwajib.

“Dayak TV yang komersil danbanyak iklan itu seenaknya saja mencatut nama saya, sementara sejak beberapa tahun mereka memakai nama saya sebagai pemimpin redaksi Dayak TV, satu rupiah pun saya tidak pernah mendapat uang intensif dari mereka”, jelas Riduansyah yang sejak Tahun 1990 bergelut didunia jurnalistik dari media terbitan Jakarta ini.

Riduansyah juga sangat menyayangkan sikap Usman kru Dayak TV yang sudah membohongi dirinya dengan mengatakan bahwa nama Riduansyah sudah diganti sebagai pemimpin redaksi Dayak TV. “Usman itu pembohong, pada bulan Agustus 2019 yang lalu dia mengatakan bahwa nama saya sudah diganti dengan yang lain, tetapi begitu saya mau mendaftar lagi ternyata nama saya masih dipakai Dayak TV Palangka Raya sebagai pemimpin redaksi media mereka tanpa memberitahu saya,” jelas Riduansyah.

“Kalau dalam satu minggu ini mereka tidak mencabut dan mengganti nama saya sebagai pemimpin redaksi Dayak TV Palangka Raya, Kalteng, maka kasus ini saya laporkan kepada pihak Kepolisian sebagai kasus tindak pidana dan saya juga akan kembali menyurati DewanPers dan PWI Pusat supaya mereka tahu bahwa nama saya sudah dipakai sejak dua tiga tahun yang lalu sebagai pemimpin redaksi Dayak TV tanpa pemberitahuan kepada saya,”pungkasnya.

( Riduan / Fajar).