Advokatnews|Aceh Tengah-Tenaga Pendamping Profesional Indonseia (TPPI) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Aceh Tengah menerbangkan 10 buah layang-layang guna memeriahkan hari batik nasional. Tepatnya, di Lapangan Muhammad Hasan Gayo Blang Bebangka, Selasa (06/10/2020).

Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Indonseia (TPPI) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Aceh Tengah Iwan Sentosa, Sp. Mengatakan ,Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari batik nasional. Sudah menjadi agenda bersama TPPI dibawah bimbingan Kementerian Desa.

Lanjut Iwan, Bersyukur bisa menggelar kegiatan gebyar layang-layang batik desa. Acara tersebut dimulai pukul. 11. Wib diawali dengan membaca kalam illahi, menyanyikan lagu Indonesia raya, lagu tawar sedenge, membaca doa bersama, kemudian para panitia yang sudah terlatih menaikan layang-layang dan insyaallah kalau tidak ada halangan pukul 20.30 Wib kita adakan bakar-bakar ikan. Tentu, dengan menerapkan protokol kesehatan semua rangkaian kegiatan.

“Kegiatan Gebyar layang batik desa ini Alhamdulillah meriah, mulai dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), Pendamping Desa Infrastruktur (PDTI), seluruh Tenaga Ahli, para kepala Desa, warga desa dan anak-anak ikut hadir,” terangnya.“Acara tersebut sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dan mengingatkan para pendahulu kita memiliki ide cemerlang membuat batik yang penuh makna sampai saat ini dapat kita gunakan. Beliau kemudian berpesan kepada segenap Pendamping untuk memberi pondasi yang kuat kepada lingkungan sekitar agar senantiasa bangga menggunakan batik jangan terpengaruh dengan pakaian luar”.

“Alhamdulillah Pukul 14.00 Wib semua layangan tersebut dapat terbang ke angkasa merupakan hasil ciptaan secara bersama-sama keluarga besar P3MD Kabupaten Aceh Tengah”, terang Iwan.

“Gerakan ini juga merupakan sebuah kampaye kita bangga buatan indonesia dengan cara menggunakan batik dan terus kita meriahkan dengan Layang-layang batik desa. Kegiatan menarik ini terus kita adakan setiap tahunnya tidak perlu menunggu intruksi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  (Kemendes PDTT). Karena sangat bermanfaat untuk kekuatan tim kerja”, pinta Iwan.

“Karena itu, dalam usaha membangun kerja tim yang solid, mutlak harus sering melakukan kegiatan bersama, supaya memiliki rasa persaudaraan sesama tim kerja. Sudah pasti hal-hal di luar pekerjaan”,tutup Iwan.

Perwakilan Pendamping Desa Kecamatan Silih Nara, Heri Mutiara
kegiatan seperti ini harus tetap dilaksanakan seminimalnya setahun sekali. Disamping memkampanyekan Batik khas Indonesia lewat layang-layang batik desa, dapat memperkuat tali silahturahmi sesama Pendamping di Kabupaten Aceh Tengah. Jangan sempat kita Pendamping dianggap oleh Pendamping lainnya sebagai kepala Desa karena belum pernah bertatap muka.

Senada juga dikatakan Pendamping Desa Infrastruktur (PDTI) Kecamatan Lut Tawar,Alamsyah, kegiatan layang-layang desa memberi dampak positif bagi Pendamping. Dapat membuat fisik kita bergerak,pikiran menjadi tenang dan hati menjadi adem. (Pahmisyah Pitra).