Advokatnews,

Bekasi – Dinilai sudah tidak bisa bekerja dengan baik, keberadaan Kepala Dinas  Lingkungan hidup yang baru (DARMIZON),  sepertinya tidak bisa diandalkan untuk perbaikan bekasi dari pencemaran lingkungan yang saat ini sudah menjadi sorotan publik.  Dari beberapa laporan masyarakat, baik dari lembaga pencinta lingkungan hidup, hingga media massa, yang sudah menyempatkan diri untuk perduli mengadukan hal pencemaran lingkungan yang dilakukan pihak industri, sepertinya kurang ditanggapi.

Seperti halnya laporan Media Advokatnews 15/7 lalu, baru terlaksana hampir  satu bulan kemudian, itupun pergerakan yang dilakukan pihak DLHD kelokasi perusahaan dinilai cacat, dari pengiriman surat akan dilakukannya sidak ke perusahaan yang di maksud, hingga rapat tertutup yang tidak boleh pelapor melihat bahkan mendengarkan perbincangan antara petugas dengan perusahaan 6/8, dan berakhir keluar bersama-sama antara Pengusaha dan petugas dari DLHD, Entah mau kemana?

Alasan yang diberikan kepada advokatnews, terkait lambatnya disposisi kadis, karena kerjaan yang bertumpuk-tumpuk, jelas ARNOKO,(24/7), melalui telepon seluler pribadi nya,dan mengatakan akan segera menindaklanjuti perihal laporan Media Advokat News.

Dari hasil Sidak tanggal 5-6 Agustus, DLHD keperusahaan SPP, berjalan lancar, selancar air mengalir kesungai, hingga pelapor dalam hal ini media advokatnews terabaikan, informasi pun  tertutup rapih. Hingga untuk dapat pemberitaan yang terhangat edisi khusus pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan SPP, untuk saat ini agak tersendat, maklum.

Satu aduan atau laporan media massa/masyarakat  yang dilayangkan ke dinas lingkungan hidup butuh waktu 20hari hingga satu bulan untuk bisa dilakukannya tindakan, dan  apabila cara kerja seperti ini selalu dikedepankan, Bahaya besar sedang menanti keselamatan juga kesehatan masyarakat Bekasi. Melihat cara kerja aparatur pemerintah daerah kabupaten Bekasi, dalam hal ini DLHD yang saat ini dikomandoi DARMIZON, dinilai tidak bisa membawa perubahan, Bupati Bekasi diharapkan segera ambil langkah cepat, sebuah contoh kecil sungai yang ada didekat Rumah tinggal Bupati, saat ini butuh pertolongan serta perhatian khusus. Hitam pekat warna sungai tersebut, hingga tak ada kehidupan yang mau mendekatinya, sungguh miris sekali. (Red)