Advokatnews | Karawang – Banjir yang melanda wilayah kabupaten Karawang beberapa hari yang lalu sedikitnya menerjang 25 Desa, selasa (23/2/2021).

Dari semua desa yang terdampak banjir tersebut puluhan ribu jiwa – KK menjadi korban dan sementara mengungsi di tempat yang lebih aman, yaitu posko ataupun kerabatnya.

Dari pantauan awak media banjir kali ini – dibulan Februari  2021 lebih dasyat dan parah dibandingkan pada tahun 2020.

Sejauh ini masih blum ada laporan korban jiwa hanya kerugian materi yang ditaksir jutaan rupiah yang ditanggung setiap KK karena banjir kali ini datang secara tiba-tiba dan warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya, seperti Tv, Kulkas, Pompa Air, kasur dsb.

Begitu informasi yang terhimpun dari beberapa sumber, Kepada Awak media menuturkan, Dede Sudrajat Calon Kepala Desa Sukamakmur – Kec Telukjambe Timur mengatakan bahwa warga di seputaran dusun 3 Sukamakmur – Telukjambe Timur semuanya mengungsi di Posko Banjir Grand Taruma – Tol Karawang Barat dengan mendirikan dapur umum secara mandiri, Segala upaya di fokuskan untuk semata-mata meringankan beban warga yang terdampak banjir tersebut.

Dan pada hari Selasa pagi warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Pada saat bersamaan pula rasa syukur dan ucapan terimakasihnya kepada PDAM Tirta Tarum Karawang yang telah memberikan bantuan Air bersih khususnya  bagi warga Dusun 3 Sukamakmur.

Bilamana ada pihak lain Pemda Karawang yang ingin memberikan bantuan untuk korban banjir, kami siap menerima serta menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak tersebut.

Menurut Dede Sudrajat atau yang akrab di sapa EBo mengatakan bahwa “warganya patut bersyukur bisa mendapatkan fasilitas mengungsi yang layak dibandingkan Pengungsi didesa lainnya, yang mungkin lebih prihatin atau kurang layak, dengan tenda seadanya saja, mereka mendirikan tenda di pinggiran jalan depan ruko, bantalan rel kereta api dan lain sebagainya yang dianggap aman, Sungguh bersyukur pungkasnya jika di bandingkan dengan pengungsi di tempat lainnya”.

Sementara di tempat lainnya adalah Prodi Kebidanan Karawang – Poltekkes Bandung yang terletak di jln. Kertabumi tersebut tidak luput dari banjir, menurut Sunarya, salah satu staff mengatakan bahwa “air banjir tersebut menggenangi seputaran kampus, yang terdalam dan awal kebanjiran ialah bagian asrama – belakang kampus”.

“Saluran irigasi di belakang itulah penyebabnya karena tidak berpalang pintu”.

“Mungkin ke depan bisa lebih di perhatikan untuk pembangunan palang pintu air tersebut yang mana fungsinya bisa mengeliminir banjir sehingga prodi kebidanan ini tidak lagi kebanjiran dan mengurangi kerugian lainnya”, begitu harapnya menutup percakapan ini. (Yansh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here