Advokatnews | Karawang – Banyaknya masyarakat yang kesulitan ekonomi akibat dampak dari pandemi covid 19 dan perpanjangan PPKM  membuat Babinkamtibmas Damo Sulaeman Beserta Pemdes Kutagandok Kecamatan Kutawaluya Karawang kembali menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak.

Babinkamtibmas dengan didampingi Pemdes Secara serentak mengundang warga masyarakat lingkungan untuk memberikan bantuan sembako guna meringankan beban ekonomi yang semakin berat dari hari kehari akibat pandemi covid 19  Kamis (19/8/2021).

Damo Sulaeman berharap Bantuan yang didapat diharapkan dapat dipergunakan dengan sebaik baiknya oleh warga KPM, keseluruhan bantuan beras bansos bantuan Langsung dari pemerintah pusat yang terealisasi didesa Kutagandok 166 karung berat 5kg

Sebelum beras bansos dibagikan kepada warga Damo Sulaeman menyarankan kepada warga mentaati mematuhi aturan saat PPKM menghimbau disiplin dalam menerapkan prokes 5M tetap di Utamakan dalam kegiatan pemberian bantuan sembako, ujarnya.

Salah satu penerima bansos covid 19 Sukarya dusun junti kaum salah satu warga Desa Kutagandok yang mendapatkan bantuan menyampaikan, terimakasih Kepada Damo Sulaeman dan aparatur desa Kutagandok atas bantuan yang sudah diberikan, pasti akan di pergunakan sebaik baiknya sembako berupa beras yang di dapat, ucapnya.

Statemen Kades Kutagandok Mamat Karamat menjelaskan lancar dan suksesnya program didesa bermula data kebutuhan warga Hasil Musyawarah Dusun (MUSDUS) dilanjutkan Evaluasi musyawarah desa (MUSDES) sehinga semua program desa Kutagandok dipastikan Tepat sasaran sesuai harapan.

Lanjut ia Kades merasa bangga terhadap Kerja keras yang terus dilakukan seluruh jajaran Aparatur Staf desa Kutagandok serta tidak luput atas sigap Babinkamtibmas didalam segala kegiatan didesa binaannya bila urgent selalu gerak cepat sehingga aman nyaman terkendali salah satunya dalam membantu masyarakat yang terdampak covid 19 semoga dengan adanya bantuan ini dapat sedikit meringankan beban hidup masyarakat yang memang semakin berat dimasa pandemi seperti sekarang, pungkasnya. (UR TLY)