Advokatnews | KOTA BEKASI — Semenjak pemerintah melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimasa pandemi, pusat-pusat perbelanjaan di Kota Bekasi pun kembali beroperasi meskipun dalam aktifitasnya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Implementasi prinsip-prinsip bisnis sehat demi keberlangsungan ekonomi di lingkungan perusahaan ritel, komputer dan alat komunikasi merupakan salah satu bentuk mekanisme pengendalian untuk mencapai tujuan dan harapan berbagai pihak yang berkepentingan.

Manajemen Mal Bekasi Cyber Park (BCP) bersama APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) serta melalui Digital Opportunity With Information Technology (DOiT) menggelar Bazaar IT, Seminar dan Education Esports sejak 10 Oktober hingga 24 Oktober 2021 mendatang, bertempat di Ground floor Atrium utama, Mal Bekasi Syber Park (BCP) yang terletak di Jalan KH. Noer Alie Nomor 177, Kayuringin Jaya Kecamatan Bekasi Selatan Kota BEKASI.

Saat ini didalam dunia industri, memanfaatkan teknologi informasi atau information technology (IT) tentunya sangat berdampak secara signifikan pada kualitas kerja dan biaya produksi. Tidak hanya itu, seluruh lapisan masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat dari sistem ini. Secara spesifik bagi generasi milenial yang ingin menjadi wirausaha maju akan berkarya secara penuh dengan memanfaatkan segala perkembangan teknologi yang ada dan bekerjasama dengan relasi dan jaringan bisnisnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Chief Event Promo BCP (Bekasi Ciber Park), Yudhi Rizal Muflikh dengan didampingi Apul selaku MC dari pihak pengelola BCP, Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky yang merupakan Ketum DPP APTIKNAS, serta Ketua DPD APTIKNAS DKI Jakarta, Fanky Christian dan Amanda Putri Santoso selaku MC dari Event Organizer (EO) Cerdas.

Seperti diketahui, APTIKNAS selain memanfaatkan sertifikat berbasis blockchain menggunakan aplication decentralized application/DApp atau aplikasi terdesentralisasi, yakni aplikasi yang berbasis blockchain bernama Trusti, selanjutnya dalam kemajuannya melakukan pengembangan terhadap open source (Android) yang dapat diaplikasikan.

Yudhi Rizal Muflikh selaku Chief Event Promo Mal BCP kepada wartawan menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan selama dua Minggu, tentunya tujuan yang ingin dicapai poin utamanya, yakni kembali menggerakkan perekonomian di Kota Bekasi, setelah PPKM telah dilonggarkan pemerintah.

Selain itu, lanjut Yudhi, bahwa dalam menjalankan aktivitas bisnis dan operasional sehari-hari, kesepakatan komitmen tetap lebih mengedepankan apa yang telah diterapkan pemerintah daerah.

“Tentunya kami juga senantiasa berpedoman pada prinsip-prinsip Tata Kelola untuk memastikan bahwa seluruh proses dan mekanisme internal yang dijalankan di lingkungan Mal BCP telah selaras dengan tujuan perusahaan, berperan dalam mencegah terjadinya suatu hal yang tak diinginkan, dan meminimalkan peluang terjadinya kesalahan pengelolaan (miss-management), serta risiko yang dapat mengakibatkan kegagalan pencapaian tujuan sebuah event dalam perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiarto Santoso mengatakan bahwa seminar yang dihelat berjalan dengan sukses dan sangat baik tentu informasi yang ingin disampaikan adalah memang bahwa di Mal BCP merupakan tempat untuk bertransaksi jual beli produk-produk IT (software dan hardware) serta perangkat games.

“Kedepannya pengembangan open source, dahulu memang aplikasi didominasi antara Linux dan Windows. Sejalannya kemajuan teknologi aplikasi Android pun tercipta dengan sistem basic open source, karena dapat di integrasikan ke berbagai merk telepon seluler,” tutur Hoky sapaan akrab Ketum APKITNAS itu.

Ketua Umum APTIKNAS tersebut juga menambahkan, “Kami juga di APTIKNAS menyiapkan APPTIKNAS yang merupakan vendor management platform yang akan digunakan untuk membantu anggota APTIKNAS menyediakan jasa-jasa TIK antara lain dapat mendaftarkan diri menjadi member agar jasanya di publikasikan, APPTIKNAS akan mencarikan konsumen untuk member, lalu dari platform yang sama, dapat mengatur Tim sendiri (karyawan) serta freelance yang mengerjakan pekerjaan jasa terkait, selain dari itu untuk freelance, dapat direkrut secara online, dapat diakses dengan mengunjungi website : https:\\www.apptiknas.id dan https:\\www.aptiknas.id,” papar Hoky

“Serta dapat melalukan uji/ test member serta dapat membantu pekerjaan terkait jasa-jasa yang ada, selanjutnya dapat melakukan pembagian keuntungan dari jasa yang dipesan via platform, kemudian pembayaran bisa langsung (cash), ataupun transfer ke rekening member, bahkan pembayaran untuk freelance dapat menggunakan konsep e-wallet (ada saldo di dalam platform), sehingga APPTIKNAS dan membantu banyak pihak,” ungkap Hoky sapaan akrab Ketum APKITNAS itu.

Disisi lain, Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang mengolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi (informasi). Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi. Dengan adanya teknologi informasi (IT), tentunya banyak kemudahan yang dapat diperoleh masyarakat, Hoky juga mempersilahkan masyarakat pencinta IT untuk menyaksikan channel youtube event Cerdas yang telah banyak mengulas berbagai kegiatan webinar yang dapat menambah wawasan tentang perkembangan IT di Indonesia. (*/dok-ist./fwj-bks/hms)