Atika ketika mengadu kesejumlah wartawan dikota Sampit. (Foto ; Riduan).

Advokatnews, Sampit | Kalimantan Tengah – Akibat goyang maut janda beranak satu bernama Linahwati, akhirnya oknum kepala desa (Kades) Bukit Makmur, kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, (Kotim),  Kalimantan Tengah (Kalteng), bernama Ujianto, nekad meninggalkan anak istrinya yang tidak bersalah. Bahkan dengan tanpa perasaan dan belaskasihan  Ujiano langsung melakukan Gugat Cerai di Pengadilan Agama Sampit, terhadap istrinya yang dinikahi pada 28 Mei 2007 yang lalu, dengan alasan istrinya tidak mau memasak.

Mendapat gugatan cerai dari suaminya Ujianto, Atika kontan kaget bukan kepalang. Soalnya selama tiga belas tahun berumah tangga pasutri ini tidak pernah bertengkar apalagi sampai ada persoalan yang besar. Pasangan suami istri ini selalu bersama didalam suka dan duka. “Saya tidak mau masak karena saya lagi sakit selama dua hari pada waktu itu,”jelas Atika sambil menangis.

Atika menceritakan, sewaktu suaminya Ujianto dulu bekerja sebagai security di PT. Karya Makmur Bahagia (PT.KMB) estate BJHE dia tidak pernah mengeluh. Suaminya pernah ditangkap oleh anggota BNN Kalteng karena terlibat peredaran sabu-sabu. Setelah ditangkap, waktu itu Ujianto berhasil meloloskan diri ketika diamankan diperusahaan PT.KMB. Ujianto berhasil melarikan diri selama berbulan-bulan.

Ketika sudah merasa aman Ujianto kembali lagi kedesa Bukit Makmur. Karena terlibat peredaran narkoba Ujianto diberhentikan dari PT.KMB. Saat itu Ujianto hanya menjadi Kaur dikantor desa setempat. Walaupun kondisi keuangan sedang susah , Atika menerima saja keadaan itu. “Saya ini sangat mencintai suami saya, makanya saya kaget sewaktu Ujianto melakukan gugat cerai kepada saya,”ujar perempuan beranak satu asal kota Bogor ini sambil menangis.

Selama menjadi Kaur Umum didesa Bukit Makmur, Ujianto bertingkah laku baik sehingga ketika dia ikut mencalonkan diri dalam Pilkades pada Tahun 2017 Ujianto  berhasil keluar sebagai pemenang dan akhirnya jadi Kades Bukit Makmur Priode Tahun 2017-2023.            Setelah mendapat surat gugat cerai dari Ujianto yang disampaikan oleh Kantor Pengadilan Agama sampit, beberapa hari kemudian Atika langsung dikasih tahu oleh salah satu keluarga suaminya bahwa Ujianto saat ini tengah mabuk asmara dengan seorang janda beranak satu, bernama Linahwati asal desa Tumbang Getas, kecamatan Telaga Antang, Kotim, Kalteng.

Atika pun diberi selembar surat perjanjian secara adat antara Ujianto dan Linahwati  yang akan menikah pada tanggal 15 Desember 2020. Namun karena sudah ketahuan, akhirnya perkawinan itu ditunda oleh Ujianto. Menurut keterangan orang yang memberitahu tersebut, untuk mendapatkan surat perjanjian secara adat itupun Ujianto maupun ayahnya sudah memberikan keterangan palsu yaitu dengan mengatakan bahwa Ujianto sudah bercerai dengan istrinya Atika. “Ujianto dan ayahnya sudah membohongi tokoh adat disana. Padahal perceraian antara Ujianto dan Atika belum pernah terjadi,”jelasnya.

Untuk menghadapi gugatan Ujianto tersebut, akhirnya Atika menunjuk Advokat Riduansyah, S.H., dan Rekan mendampinginya di Pengadilan Agama Sampit. “Saya pasrah saja, Ujianto sudah tergila-gila dengan janda itu sampai tidak ingat pulang dan belanja untuk anaknya saja dikasih sedikit,”ujar Atika.

Begitu kasus selingkuh yang berbuntut dengan gugatan perceraian ini dikonfirmasikan kepada Ujianto, oknum Kades Bukit Makmur, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kalimantan Tengah dinomor HP 0812-5732-5690. walaupun nada sudah tersambung dan pesan WhatsApp sudah terbaca namun tidak pernah dibalasnya. Menurut informasi yang didapat Ujianto nya lagi berbulan madu dikota Sampit bersama selingkuhannya tersebut. (Riduan)